Senin, 08 Februari 2016

COMMAWIKE SEBAGAI CAKRAWALA KHATULISTIWA
OLEH: AGUS PURNOMO/ 13410250 KELAS 5 F PBSI

Commawike merupakan bahasa yang baik dengan adanya bahasa seperti itu kita sebagai calon guru muda harus bisa mengapresiasi sebagai penambah wawasan  perbendaharaan kosakata bahasa yang sangat baik. Sebagai calon guru yang berkompeten kita harus memiliki jiwa yang besar karena sebagai calon guru dapa masa modern ini harus mampu menerima semua jenis bahasa yang ada dinusantara ini sebagai alat berkomunikasi yang baik, baik secara liasan maupun tulis. Calon guru bahasa indonesia merupakan ujung tombak sebagai mata pelajaran yang masuk ke Ujian Nasinal tetapi banyak para siswa atau peserta didik jarang ditemui yang mendapatkan nilai yang sempurna tetapi masih banyak yang memudahkan mata pelajaran sebagai mata pelajaran yang mudah maka dari itu banyak siswa yang selau tidak memahami bahasa indonesia sebagai mata pelajaran yang penting. Karena dengan variasi bahasa sekarang kita harus mampu mengusai semua ganre bahasa sebagai alat komunikasi baik secara liasan maupun tulis, dengan itu kita mampu sebagai calon guru menembus sebuah dunia itu merupakan tatantangan yang terberat bagi seorang guru. commiwike merupakan tulisan yang sangat menginsiprasi dengan ada commiwike kita dapat membaca kata-kata bijak ataupun nasihat dimana itu sangat dibutuhkan oleh seorang guru bahasa indonesia pada masa modern ini, sebagai penambah wawasan atau perbendaharaan kosakata yang baru
CINTA KASIHMU
MOGA BUNDA DI SAYANG ALLAH
OLEH: AGUS PURNOMO/ 13410250

Dalam sebuah  kehidupan pastilah ada serpihan kisah dan pahit getirnya pengalaman yang kita ketahui jumpai atau kita alami sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang kurang beruntung untuk menyenyam sebuah kehidupan  tersebut, misalnya kebutaan dan tuli seperti yang memerankan  tokoh Melati dalam Novel Moga Bunda diSayang Allah Karya Tere Liye, dapat kita lihat hal tersebut  untuk menjadi seseorang yang terpenting dalam hidup kita sendiri, bisa dibayangkan jika seseorang mengalami kebutaan dan tidak dapat mendengar dapat dirasakan beda gelapnya dunia ini tanpa mata yang dapat melihat dan pendengaran yang tidak dapat berfungsi.

Tokoh yang bernama Melati dalam Novel Moga Bunda diSayang Allah sudah 3 tahun lamanya menderita kebutaan dan gangguan pendengaran (tuli), sekarang baru berumur 6 tahun Melati hanya dapat berkomunikasi dengan mengucapkan dua kata yaitu BAA...MAA, yang diucapkan dalam berkomunikasi dengan seseorang, dia memiliki orang tua yang memiliki kekayaan yang melimpah yang telah mengeluarkan banyak uang hanya untuk melakukan pengobatan dan penyembuhan Melati dengan berbagai cara yang dilakukan orang tuanya. Namun pengeluaran yang dikeluarkan selama ini tidaklah menjadi masalah untuk keluarga Hk, yang terpenting adalah kesembuhan untuk anaknya, berbagai pengobatan dilakukan oleh orang tua Melati tapi tak dapat hasil yang signifikan teentang kesembuhan Melati, bahkan Bunda mulai putus semangat dan sakit hatio karena semua dokter menganggap bahwa Melati mengalami gangguan jiwa padahal Melati tidak mengalami gangguan jiwa, dia hanya mengalami kebutaan dan gangguan pendengaran. Semua orang mungkin hampir tak percaya dengan gadis kecil yang imut, dengan rambut yang ikal, gigi yang cantik dan mata yang molek itu memiliki kondisi yang amat memperhatikan dan harus mempunyai sebuah motivasi dukungan hidup yang kuat.

Setiap makhluk hidup pasti mempunyai pengalamn hidup yang dan pahit getirnya kehidupan yang disebut pengalaman masalalu. Karang pemuda yang memiliki rasa sosial tinggi terhadap anak-anak hidupnya seketika hancur akibat kecelakan kapal di laut yang telah merenggut nyawa anak-anak yang diasuhnya di Taman Baca, Kinasih gadis yang ia cinta juga telah membuat dirinya amat terluka, ia beranggapan bahwa kehidupan ini tidak adil. Setiap seseorang mempunyai berbagai  cara agar dapat menyelesaikan masalah yang sedang dilalui. Ada yang memilih sabar dan selalu ikhlas dan berserah pada-Nya ada pula yang melampiaskan kesedihannya  dan menerima apa adanya, dan biasanya dapat melampiaskan dengan teman-teman mungki pergi untuk liburan dengan melepas kegelisahan. Namun karang tak semudah itu menyelesaikan sebuah permasalahan, dia amat terpukul dengan peristiwa  yang telah dialami. Hidup yang dijalani hanya diisi dengan mabuk , mabuk sebenarnya tidak dapat menyelesaikan sebuah permasalah yang sedang dialami, justru malah menambah masalah dan membebankan dalam beban yang dialami dapat bertumbuh lebat dan subur dalam diri kita ini. Bukankah sebuah  permasalahan seharusnya harus dihadapi dengan sebuah keberanian dan menatap kedepan untuk mencapai integritas perubahan. Sebuah Karang  dapat semudah itu dihadapi kenyataan yang pahit getirnya hidup.

Pada akhirnya menemukan seorang pemuda yang bernama Karang yang mempunyai sebuah solusi untuk menyembuhkan Melati, mesikipun awalnya Bunda dengan penampilan Karang yang berambut gondrong, jarang mandi, dan berbau alkohol namun keyakinannlah yang membuat ia sangat yakin bahwa Karanglah orang yang mempunyai solusi yang baik jika mau berusaha dan mencari keluar dari sebuah permasalahan sesulit apapun, dalam hal ini Karang hadir dalam keluarga Hk adalah hal yang mencengangkan yaitu puncak permasalahan yang sangat sulit untuk menemukan titik temu atau jalan keluar.

Seorang Melati memilki keterbatasan yaitu kebuataan dan gangguan pendengarang sesuatu yang membuat sulit Karang harus bekerja keras untuk melatih Melati dalam hal apapun. Pada permulaan Karang menggunakan metode pembiasaan yaitu untuk melatih Melati dengan makan menggunakan sendok dan garpu, juga duduk dikursi. Karang menggunakan gebrakan yang mengakibatkan Melati merasa kesakitan. Melati diseret, dicengkram tangannya, dan tidak berikan makan jika Melati tidak patuh dengan apa yang diintruksikan oleh Karang. Meskipun pada awalnya memberontak namun namunpada akhirnya Melati  patuh dengan apa yang diperintahkan oleh Karang.

Pada akhirnya Karang melatih dan mengajari Melati dengan cara menulis sesuatu pada telapak tangannya misalnya menuliskan Bunda dan Ayah, Karang juga menyuruh Melati menyentuh bibirnya saat berkomunikasi dengan orang sehingga Melati mampu mengetahui apa yang sedang dibicarakan dengan lawan bicaranya, dengan cara tersebut Karang berhasil, dan menunjukan perubahan pada diri Melati, dan Melati mulai menunjukan perubahan pada dirinya yang baik.


Perubahan Melati yang semakin membaik sehingga membuat keluarga Hk sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah SWT, kebahagian yang tak terduga sangat membri dampak positif  kepada seisinya rumah, Salamah pun bisa bertemu dengan kekasihnya dan mampu memperbaiki hubungan mereka kembali. Karang pun bersama Kinasih dapat bersatu kembali dan aktif kembali membangun rumah baca, meskipun setelah itu karang memutuskan untuk pergi dan Melati adalah dua sosok yang mempunyai kesamaan dalam kehidupannya, mereka sama-sama merasakan sebuah ujian hidup yang sangat luar biasa Melati buta dan tuli sedangkan Karang terjebak pada kisah pahit getirnya bersama anak-anaknya asuhnya dalam Taman Baca yang sedang didirikan dan Kinasih gadis yang ia cintai.
COMMAWIKE SEBAGAI CAKRAWALA KHATULISTIWA
OLEH: AGUS PURNOMO/ 13410250 KELAS 5 F PBSI


Commawike merupakan bahasa yang baik dengan adanya bahasa seperti itu kita sebagai calon guru muda harus bisa mengapresiasi sebagai penambah wawasan  perbendaharaan kosakata bahasa yang sangat baik. Sebagai calon guru yang berkompeten kita harus memiliki jiwa yang besar karena sebagai calon guru dapa masa modern ini harus mampu menerima semua jenis bahasa yang ada dinusantara ini sebagai alat berkomunikasi yang baik, baik secara liasan maupun tulis. Calon guru bahasa indonesia merupakan ujung tombak sebagai mata pelajaran yang masuk ke Ujian Nasinal tetapi banyak para siswa atau peserta didik jarang ditemui yang mendapatkan nilai yang sempurna tetapi masih banyak yang memudahkan mata pelajaran sebagai mata pelajaran yang mudah maka dari itu banyak siswa yang selau tidak memahami bahasa indonesia sebagai mata pelajaran yang penting. Karena dengan variasi bahasa sekarang kita harus mampu mengusai semua ganre bahasa sebagai alat komunikasi baik secara liasan maupun tulis, dengan itu kita mampu sebagai calon guru menembus sebuah dunia itu merupakan tatantangan yang terberat bagi seorang guru.

Rabu, 06 Januari 2016


Muara Hati
Moga Bunda di Sayang Allah

Dalam kehidupan pastilah ada banyak kisah dan pengalaman yang kita jumpai atau bahkan pernah dialami sendiri. Disekitar kita pasti ada orang yang kurang beruntung, misalnya buta dan tuli seperti Melati dalam Novel Moga Bunda diSayang Allah karya Tere Liye...Bayangkan jika hal tersebut terjadi pada kita atau pada orang yang kita sayangi. Dunia terasa gelap, tidak dapat melihat...dunia terasa sepi dan tidak dapat mendengar apapun.
Melati  sudah 3 tahun lamanya menderita karena buta dan tuli, sekarang umurnya baru 6 tahun ia hanya dapat berkomunikasi dengan mengucapkan dua kata yaitu BAA...MAA. Orang tuanya yang kaya raya itu telah berusaha keras untuk menyembuhkan Melati dengan berbagai cara dan tentunya telah mengeluarkan biaya yang banyak. Namun biaya yang banyak tidaklah menjadi masalah untuk keluarga Hk, yang terpenting adalah anaknya dapat sembuh. Berbagai pengobatan untuk melati tak kunjung membuahkan hasil, bahkan Bunda mulai putus asa dan sakit hati karena semua dokter menganggap bahwa Melati gila...padahal Melati tidak gila, ia hanya buta dan tuli. Hampir tak percaya jika melihat anak kecil yang cantik, imut, dengan rambut ikal, gigi kelinci, dan mata bagai biji buah leci itu  berada pada kondisi yang amat memprihatinkan.
Setiap manusia pasti mempunyai pengalaman hidup yang amat pahit yang disebut dengan masalalu. Karang pemuda yang memiliki rasa sosial tinggi terhadap anak – anak hidupnya seketika hancur akibat kecelakaan kapal di laut yang telah merenggut nyawa anak – anak yang diasuhnya di Taman Baca....Kinasih gadis yang ia cintai juga telah membuat dirinya amat terluka, ia beranggapan bahwa kehidupan ini tidak adil. Setiap individu mempunyai berbagai cara agar dapat  menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Ada yang memilih sabar dan ikhas dan berserah diri pada – Nya  ada pula yang melampiaskan kesedihannya dengan berbagai hal atau kegiatan misalnya mengunjungi tempat wisata atau sekedar berkumpul dengan teman. Namun Karang tak semudah itu menyelesaikan masalahnya, ia amat terpukul dengan peristiwa tersebut. Hidupnya hanya diisi dengan mabuk. Mabuk sebenarnya tidak akan pernah menyelesaikan sebuh masalah justru malah memperpanjang masalah dan membiarkan beban tersebut tumbuh subur dalam diri kita. Bukankah masalah seharusnya dihadapi dengan berani? Yaa....namun Karang tak dapat semudah itu menghadapi kenyataan yang sangat pahit.
Bunda akhirnya menemukan pemuda yang bernama karang sebagai solusinya untuk menyembuhkan Melati. Meski awalnya Bunda ragu dengan penampilan Karang yang berambut gondrong, jarang mandi, dan bau alkohol namun keyakinanlah yang membuat ia yakin bahwa Karanglah orangnya. Selalu ada solusi yang baik jika kita mau berusaha mencari jalan keluar  dari sebuah permasalahan yang sesulit apapun. Dalam hal ini saat karang hadir dalam keluarga HK adalah hal yang menegangkan yaitu puncak dari permasalahan yang rumit.
Melati memiliki keterbatasan yaitu buta dan tuli yang membuat karang harus bekerja keras untuk melatih Melati dalam hal apapun. Awalnya karang menggunakan metode pembiasaan yaitu dengan membiasakan Melati makan dengan sendok -  garpu, dan juga duduk dikursi. Karang menggunakan stimulus yang mengakibatkan Melati merasa kesakitan. Melati diseret, dicengkram tangannya, dan tidak diberi makan jika ia tidak mau patuh dengan apa yang diperintahkan karang. Meskipun awalnya Melati memberontak namun pada akhirnya ia merespon perintah karang, makan menggunakan sendok – garpu dan duduk dikursi. Melati beranggapan jika ia tidak menuruti perintah Karang maka ia akan kelaparan dan badannya akan terasa sakit. Ini mirip dengan teori Conditioning Pavlov yang mengemukakan suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat – syarat dan dilakukan secara terus – menerus sehingga menimbulkan respon dan reaksi.
Karang mulai mengajari melati dengan cara menuliskan sesuatu pada telapak tangannya misalnya menuliskan air, Bunda dan Ayah. Karang juga menyuruh melati menyentuh bibirmya saat berkomunikasi sehingga Melati mengetahui apa yang dibicarakan lawan bicaranya. Cara tersebut berhasil, Melati mulai menunjukkan perubahan yang baik ia tidak hanya ingin mengetahui berbagai benda namun juga ingin mengetahui kegunaaan benda tersebut. Bahkan Melati mulai aktif bertanya setiap Karang atau Bunda mendongenginya dan saat berada di suatu tempat. Stimulus yang di ajarkan oleh Karang menghasilkan respon pada telapak tangan Melati. Lewat sentuhan tangannya ia belajar mengenal huruf, rasa panas atau dingin, dan mengenal berbagai bentuk benda lewat tekstur dan rasa.
Perubahan Melati yang makin membaik membuat keluarga HK sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah SWT, kebahagiaan tersebut seakan memberi dampak positif seisi rumah. Salamah bisa bertemu kembali dengan kekasihnya dan mampu memperbaiki hubungannya kembali. Karang bersama Kinasih dapat bersatu kembali dan aktif kembali membangun Rumah Baca. Meski setelah itu Karang memutuskan untuk pergi dan Melati sangat merasa sedih, namun Bunda berjanji mampu mengatasi semuanya. Karang dan Melati adalah dua sosok yang mempunyai kesamaan dalam kehidupannya, mereka sama – sama merasakan ujian kehidupan yang luar biasa Melati buta dan tuli sedangkan Karang terjebak pada kisah pahit bersama anak – anak asuhnya dalam Taman Baca yang didirikannya dan Kinasih gadis yang ia cintai.
Kisah tersebut membuat kita sadar bahwa jangan menunggu Allah mengambil nikmat yang sudah ada sehingga kita baru tersadar bahwa nikmat itu sudah ada. Namun bersegerahlah menysukurinya. Salah satunya dengan melihat orang yang dibawah kita, orang yang lebih susah, lebih kekurangan, dan jangan selalu melihat orang yang berada diatas kita. Dengan cara seperti ini hati kita lebih peka, lebih bersyukur dan lebih hidup.



Kamis, 17 Desember 2015

Description: Description: D:\dv.jpg








MENCIPTAKAN PELUANG USAHA BARU “UNTUK TELA UNGU”
CREATE A NEW BUSINESS OPPORTUNITIES "FOR TELA PURPLE"

Disusun guna memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Penulisan Ilmiah


Oleh:
AGUS PURNOMO
13410250


PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
Semarang
2015


ABSTRAK


            Selama ini masyarakat Indonesia masih belum mengoptimalkan ptensi yang terdapat pada tanaman ketela (ubi jalar) karena penggunaanya terbatas hanya sebatas diolah menjadi keripik dan aneka makanan tradisional. Jadi dari usaha tersebut kami akan menciptakan sebuah kreativitas baru yaitu mengolah menjadi “Untuk Yuyu Tela ungu” untuk menciptakan peluang usaha baru dan membangkitkan semangat wirausaha untuk mengali sebuah potensi masyarakat  yang kreatif, inovatif, dan fleksibel. Langkah-langkah pembuatan “Untuk Yuyu Tela Ungu” sebagai berikut:

a.       Pengambilan ubi jalar yang sudah tua.
b.      Pengupasan ubi jalar hingga bersih.
c.       Setelah di kupas, cuci ubi jalar tersebut hingga bersih.
d.      Setelah itu potong ubi jalar.
e.       Kukus ubi jalar tersebut hingga teksturnya lembut
f.       Campurkan bahan yang telah di sediakan.
g.      Setelah itu aduk hingga kalis dan siap untuk dicetak.

Kata kunci: menciptakan peluang usaha baru















ABSTRACT


During this time the Indonesian people are still not optimizing ptensi contained in the cassava plant (sweet potatoes) because its use is limited only to the extent processed into chips and a variety of traditional foods. So from these efforts we will create a new creativity that process becomes "To Yuyu Tela purple" to create new business opportunities and stimulating entrepreneurial potential to multiply a society that is creative, innovative, and flexible. The steps to create "To Yuyu Tela Purple" as follows:

a. Intake of sweet potatoes that are old.
b. Stripping yams until clean.
c. Once peeled, wash the sweet potatoes until they are clean.
d. After that piece of sweet potato.
e. Steam the sweet potato until soft texture
f.mix of materials that have been provided
g. After that, stirring until smooth and ready for printing.

Keywords: create new business opportunities



BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Perkembangan kehidupan yang semakin pesat serta dilindungi pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat memepengaruhi gaya hidup masyarakat Indonesia. Perubahan gaya hidup tersebut tidak hanya disisi teknologi, tetapi juga selera dan minat masyarakat terhadap makanan tradisonal dari negaranya sendiri. Makanan tradisional saat ini mulai tersaingi dengan makanan modern yang memberikan rasa yang berkelas dengan tampilan yang menarik. Dua hal itulah yang membuat makanan tradisonal kurang diminati oleh msayarakat. Oleh karena itu, untuk mengangkat minat masyarakat terhadap makanan tradional tersebut, hal ini dilakukan agar perkembangan yang terjadi tidak ikut mematikan minat masyarakat terhadap makanan tradisonal yang ada. Selain itu hal tersebut merupakan terobosan-terobosan baru yang bergunan bagi kelangsungan hidup masyarakat.
Ubi jalar (tela ungu) merupakan sebuah sebuah ubi-ubian yang dulunya hanya dibuat menjadi keripik atau sebagai pengganti bahan pokok makanan. Oleh karena itu agar masyarakat lebih familiar dengan ubi tela ini, kami menciptakan “Untuk Yuyu Tela Ungu”. Pengenalan  untuk yuyu ini dengan maksud membuat terobosan baru, yang dapat dilakukan untuk mengurangi penganguran dan menciptakan peluang usaha serta kreativitas masyarakat.
Pemanfaatan ubi jalar (tela ungu) untuk dikonsumsi adalah dengan mengolahnya menjadi “Untuk Yuyu Tela Ungu”. Proses  pembuatannya relative mudah dan tidak memerlukan bahan atau alat khusus. “Untuk Yuyu Tela Ungu” juga memiliki keunggulan yang lain, yaitu harganya terjangkau oleh masyarakat dan aman dikonsumsi.
Kota Pati salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar terhadap tanaman ketela. Akan tetatpi, pemanfaatanya masih belum optimal. Oleh karena itu, dilakukan usaha pembuatan “Untuk Yuyu Tela Ungu” karena produk tersebut masih jarang ditemukan dipasaran. “Untuk Yuyu Tela Ungu” akan menambah minat konsumen. Hal ini merupakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat.

B.     Peumusan Masalah
Peluang usaha makanan “Untuk Yuyu Tela Ungu” dengan inovasi ini dapat meningkatkan minat terhadap makanan tersebut. Permaslahan yang ingin kami pecahkan adalah:
1.      Bagaimana proses pembuatan “Untuk Yuyu Tela Ungu” dengan inovasi baru?
2.      Bagaimana strategi pemasaran yang kami lakukan?
3.      Bagaimana pengembangan usaha “Untuk Yuyu Tela Ungu”?

C.     Tujuan Program
Tujuan program dari menciptakan inovasi yang berasal dari ubi jalar (tela ungu) berupa “Untuk Yuyu Tela Ungu” yaitu:
a.       Dalam menciptakan proses pembuatan “Untuk Yuyu Tela” itu memang diera moodern ini harus mampu menciptakan sebuah ide yang tentunya yang kreatif dan inovatif yang dapat diterima oleh masyarakat sekitar dan menambahkan peluang usaha yang menguntungkan.
b.      Dalam strategi pemasaran yang kami lakukan untuk menginforrmasikan produk baru ini dengan cara membagikan sampel kepada masyarakat sekitar agar masyarakat sekitar dapat mengenal produk ini dengan baik.
c.       Pengembangan yang kami lakukan dalam proses pembuatan “Untuk Yuyu Tela Ungu” setelah sukses kami akan mengembangkan produk yang lain tentu untuk menunjang kretivitas masyarakat sekitar.



D.    Manfaat Penelitian
         Manfaat dari penelitian “Untuk Yuyu Tela Ungu” ada dua yaitu secara teoritis dan praktis.
1.      Teoritis
Program ini akan melatih meningkatkan keterampilan, kemampuan kami dalam berwirausaha untuk mendapat keuntungan, meningkatkan peran dan kepedulian kami terhadap ubi jalar (tela ungu) untuk diolah sehingga memiliki nilai jual.

2.      Praktis
a.  Mningkatkan kreativitas berwirausaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
b.  Dapat mengurangi tingkat penganguran.
c.  Menciptakan peluang usaha baru dengan mengolah uni jalar (tela ungu) menjadi “Untuk Yuyu Tela Ungu”.
E.     Metode Penelitian
Metedo peneliian yang kami gunakan adalah metode wawancara kepada UD. ANING BAWANG PUTIH yang merupakan sebuah pabrik yang membuat berbagai makanan ringan.



BAB II
PROSES PRODUKSI

1.         Proses pembuatan “Untuk Yuyu Tela Ungu” cukup mudah:
a.          Siapkan ubi jalar (tela ungu)
b.         Kupas ubi jalar dan cuci sampai bersih.
c.          Kukus ubi jalar tersebut hingga matang
d.         Tumbuk hingga halus dan campurkan tepung kanji, telur.
e.          Cetak ubi jalar tersebut dengan alat yang telah disediakan.
2.         Strategi pemasaran “Untuk Yuyu Tela Ungu”  ada beberapa yaitu  secara macam alternative yang bisa digunakan dalam meperkenalkan produk langsung kepada masyarakat dengan cara door to door, dan secara tidak langsung/konsinyasi.
3.         Pengembangan usaha (pengembangan produksi) “Untuk Yuyu Tela Ungu” di antaranya sebagai berikut:
a.             Meningkatkan kapasitas produksi. Jika permintaan konsumen meningkat, kita bisa menambah jumlah produksi yang tentunya meningkatkan penjualan dan keuntungan.
b.            Diversifikasi ialah penganeka ragaman produk. Yaitu dengan membuat makanan yang lain dari bahan baku yang sama. Dalam usaha kami ini kami ingin membuat ubi jalar (tela ungu) menjadi stik tela ungu. Keinginan mengadakan perluasan usaha menjadi pendorong utama. Kegiatan menjadi serba besar, kemungkinan mendapatkan keuntungan juga akan lebih besar, karena diproduksikan sejumlah besar barang yang dibutuhkan konsumen atau paling tidak pendapatan stabil, sebab kerugian menjual barang yang satu dapat ditutup dengan keuntungan menjual barang yang lain.
c.             Integrasi vertikal adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi suatu perusahaan yang aktivitasnya berhubungan secara vertikal. Hubungan vertikal meliputi pengadaan bahan baku dan sumber daya lain, proses produksi, hingga pemasaran ke konsumen pengguna barang atau jasa. Dalam usaha kami ini kami ingin memperluas usaha dengan membuat makanan dari ubi jalar (tela ungu) dengan membeli bahan baku dari petani ketela secara langsung sehingga  kita bisa mengambilnya.. Jadi kita usaha kita terjamin bahan bakunya dan tanpa mengeluarkan tambahan biaya.
d.         Memperluas daerah produksi dan pemasaran. Yaitu dengan membuka cabang atau mengembangkan ke daerah yang lain. Sehingga usaha kita semakin besar dan berkembang. Keuntungan juga akan bertambah.



BAB III
METODE PEMASARAN
A.    Promosi
Sebagai langkah awal dari sebuah produk baru kami melakukan pembagian gratis produk “Untuk Yuyu Tela Ungu”  kepada para pelajar, guru dan masyarakat, dengan harapan mereka tertarik pada produk kami.
Selanjutnya produk ini kami beri nama ”Untuk Yuyu Tela Ungu”, dengan dua variasi ukuran kemasan yaitu ukuran 50 gram dan  100 gram dan 150 gram..
B. Srategi Pemasaran
Dalam memasarkan “Untuk Yuyu Tela Ungu” ada beberapa macam alternative yang bisa digunakan dalam meperkenalkan produk yaitu  secara langsung kepada masyarakat dengan cara door to door, dan secara tidak langsung/konsinyasi.



BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Dari hasil pembuatan “Untuk Yuyu Tela Ungu” sebagai sumber pangan alternative yang dapat meningkatkan pengetahuan ketrampilan dan kesadaran masyarakat kota Pati. Potensi yang terdapat dalam  ubi jalar yang seringkali tidak dimanfaatkan dan hanya direbus begitu saja oleh masyarakat kota Pati, saat ini telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang diolah menjadi berbagai hidangan yang mengandung karbohidrat dan serat yang cukup tinggi serta bisa memperlancar pencernaan bagi manusia. Ubi jalar  tidak lagi menjadi bahan pangan yang memiliki nilai ekonomis dan dapat diterima oleh masyarakat kota Pati. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya melalui bisnis peluang usaha “Untuk Yuyu Tela Ungu”.
B. Saran
Harapan kami menciptakan peluang usaha “Untuk Yuyu Tela Ungu” bisa membangkitkan wirausaha yang belum mengenal manfaat ubi jalar untuk diolah menjadi suatu bahan pangan yang dapat dikonsumsi masyarakat sehari- hari yaitu “Untuk Yuyu Tela Ungu”







DAFTAR PUSTAKA
Morton JF 2004, dalam kumalasari 2005



LAMPIRAN

Beerapa pertanyaaan yang kami tanyakan pada saat wawancara kepada salah satu UD. ANING BAWANG PUTIH, yaitu salah satu industri makanan ringan di Desa Trangkil Kec. Trangkil Kab. Pati.

1.      Bagaimna cara mengenalkan produk pertama kali di masyarakat?
2.      Bagaimana strategi pemasaran yang harus dilakukan untuk memasarkan produk yang belum dikenal oleh masyarakat sekitar?





PROPOSAL
MENCIPTAKAN PELUANG USAHA BARU
KERIPIK BONGGOL PISANG ANEKA RASA
“MUHIPA”
Diajukan dalam rangka Olimpiade Ahmad Dahlan (Olimpicad) II
Tingkat Nasional








Oleh :
1.      Agus Purrnomo
2.      Nunung Indah Suryani
3.      Kurnia Mulatsih Sartika

MUHAMMADIYAH
MAJELIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
SMK MUHAMMADIYAH 01 PATI
Jalan Raya Pati-Tayu km. 3,5 Pati Telp. (0295) 384818
TAHUN 2012
LEMBAR PENGESAHAN





Judul  Proposal:

    Usaha Keripik Bonggol Pisang Aneka Rasa “MUHIPA”







                                                                                                Pati, 9 Juli 2012

Kepala Sekolah                                                                       TIM SMK MUH 01 PATI




Drs. Darnawi                                                                           MUHIPA                                                       
NBM.803687                                                                                     












DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………….
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………………
DAFTAR ISI……………………………………………………………………..
ABTRAK………………………………………………………………………….
KATA PENGANTAR…………………………………………………………….
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………..
A. Latar Belakang Masalah……………………………………………….
B. Perumusan Masalah……………………………………………………
C. Tujuan Program………………………………………………………..
D. Kegunaan Program…………………………………………………….
BAB II GAMBARAN RENCANA USAHA……………………………………
BAB III PROSES PRODUKSI…..……………………………………………….
A. Persiapan Bahan………………………………………………………..
B. Ukuran Bahan…...……………………………………………………..
C. Proses Pembuatan……………………………………………………...
BAB IV ANALISIS FINANSIAL………………………………………………
A. Biaya Produksi ……………………………………………………….
B. Analisis Laba/Rugi …………………………………………………….
BAB V PENGEMBANGAN PRODUKSI………………………………………
BAB VI METODE PEMASARAN………..……………………………………..
A. Promosi………………………………………………………………...
B. Strategi Pemasaran…………………………………………………….
BAB VII KENDALA DAN SOLUSI……………………………………………
A. Kendala ……………………………………………………………….
B. Solusi ………………………………………………………………….
BAB VIII SIMPULAN DAN SARAN………………………………………….
A.Simpulan………………………………………………………………..
B. Saran……………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….
LAMPIRAN………………………………………………………………………..
i
ii
iii
iv
v
1
1
2
3
3
4
5
5
5
6
7
8
9
10
10
11
11
12
12
12
14
14
14
15
17

ABSTRAK

Selama ini masyarakat Indonesia masih belum mengoptimal potensi yang terdapat pada tanaman pisang karena penggunaannya hanya sebatas buah, daun,  pelepah, dan jantungnya saja. Bonggol pisang merupakan  salah satu bagian yang paling jarang dimanfaatkan untuk konsumsi. Sebagian besar masyarakat Indonesia belum banyak yang memanfaatkan bonggol pisang sebagai makanan ringan sehari - hari. Padahal bonggol pisang memiliki kandungan gizi dan serat yang cukup tinggi. Salah satu pemanfaatan bonggol pisang adalah pembuatan keripik dengan aneka rasa yaitu rasa bawang, balado, daun jeruk. Dan dari pemanfaatan bonggol pisang yang belum banyak diolah menjadi olahan yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat dapat memacu kreativitas kami menjadikan suatu makanan ringan yang dapat di konsumsi siapa saja . Jadi dari usaha keripik bonggol pisang ini mempunyai tujuan tertentu yaitu sebagai dasar peluang untuk menciptakan usaha baru dan membangkitkan semangat wirausaha untuk memanfaatkan  barang yang belum banyak dipergunakan oleh masyarakat untuk kita ciptakan demi mengembangkan peluang baru yang inovatif, kreatif, dan fleksibel. Langkah – langkah pembuatan keripik bonggol pisang aneka rasa sebagai berikut : (a) pengambilan bonggol pisang dari pohon yang sudah dipotong, (b) pengupasan kemudian diambil bagian bonggol pisang yang berwarna putih, (c) setelah diambil bonggol pisang yang putih lalu dicuci sampai bersih, (d) pengirisan sesuai dengan selera yang kita inginkan, (e) perendaman dilakukan selama 1 hari dengan air yang telah dicampur dengan garam dan baking soda, (f) ditiriskan sampai kadar airnya turun, (g) pembuatan bumbu ditambah dengan bahan – bahan yang kita pergunakan, (h)  penggorengan bonggol pisang  setengah matang (penggorengan 1), (i) didiamkan selama 1 malam, (j) bonggol pisang siap digoreng yang kedua kalinya, (k) pengemasan keripik bonggol pisang, (l) pelabelan keripik bonggol pisang, (m) keripik bonggol pisang siap untuk dipasar.


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami diberikan kesempatan, kesehatan dan keselamatan untuk menyelesaikan penyusunan proposal usaha dengan judul MENCIPTKAN PELUANG USAHA BARU KERIPIK BONGGOL PISANG ANEKA RASA MUHIPA . Pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat :
1.             Bapak Drs. Darnawi selaku Kepala SMK MUHAMMADIYAH 01 Pati yang telah memberikan segala fasilitas yang kami butuhkan.
2.             Ibu Titik Wahyuni Budi S, S.Pd. dan Ibu Sri Ningsih, S.Pd. selaku guru pembimbing yang telah memberikan bimbingan, dan arahan sehingga proposal ini dapat terselesaikan dengan baik.
3.             Bapak, ibu guru SMK MUHAMMADIYAH 01 PATI beserta orang tua yang telah memberikan motivassi kepada kami.
4.             Teman – teman yang telah memberikan semangat kepada kami.
5.             Kritik dan saran dari para pembaca menjadi masukan dan penambah wawasan bagi kami.
Semoga Allah SWT memberikan pahala yang berlimpah atas budi baik Ibu serta teman-teman semua.
Mungkin proposal ini masih jauh dari kesempurnaan, mengingat kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang masih sangat terbatas.

Pati,    Juli 2012




Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan kehidupan yang semakin pesat serta diimbangi dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin meningkat mempengaruhi gaya hidup masyarakat Indonesia. Perubahan gaya hidup tersebut tidak hanya dilihat dari sisi teknologi, tetapi juga termasuk selera dan minat masyarakat terhadap makanan tradisional dari negaranya sendiri. Makanan tradisional saat ini mulai tersaingi dengan makanan modern yang memberikan rasa yang berkelas dengan tampilan yang menarik, dua hal itulah yang membuat makanan tradisional kurang diminati masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengangkat minat masyarakat terhadap makanan tradisional perlu dilakukan inovasi terhadap makanan tradisional tersebut, agar perkembangan yang terjadi tidak ikut mematikan minat masyarakat terhadap makanan tradisional yang ada dan menuntut adanya  terobosan-terobosan baru yang berguna bagi kelangsungan hidup masyarakat.
Bonggol pisang adalah bonggol yang berada di atas akar pisang yang berwarna putih oleh masyarakat zaman dahulu sebagai pengganti bahan makanan pokok. Oleh karena itu, agar masyarakat  zaman sekarang lebih familiar dengan bonggol pisang, maka kami mengolahnya menjadi makanan yang diminati oleh masyarakat yaitu keripik bonggol pisang aneka rasa. Pengenalan  keripik bonggol pisang dengan terobosan baru ini perlu dilakukan dan dapat dijadikan peluang usaha kedepannya.
Dari segi kandungan gizinya, bonggol pisang memiliki kandungan serat dan kalsium yang cukup tinggi, sehingga dapat menjadi sumber serat dan kalsium alternatif. Kandungan karbohidrat yang tinggi pun menjadi sebuah keunggulan bagi bonggol pisang karena dapat menjadi bahan pangan subtitusi beras, apalagi ditunjang dengan kandungan kalori yang besar sehingga dapat menjadi sumber energi para konsumennya.

Berikut merupakan tabel kandungan gizi yang terkandung dalam 100 gram bonggol pisang
No.
Kandungan gizi
Bonggol basah
Bonggol kering
1.
2.
3
4
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Kalori ( kal )
Protein ( gram )
Karbohidrat ( gram )
Kalsium ( mg )
Fosfor ( mg )
Zat besi ( mg )
Vitamin B1 ( mg )
Vitamin C ( mg )
Air ( ml )
Bagian yang dapat dikonsumsi ( % )
43,00
0,36
11,60
15,00
60,00
0,50
0,01
12,00
86,00
100
425,00
3,45
66,20
60,00
150,00
2,00
0,04
4,00
20,00
100
Sumber : Morton JF 2004, dalam kumalasari 2005
Pemanfaatan bonggol pisang untuk dikonsumsi adalah dengan mengolahnya menjadi keripik dengan aneka rasa yaitu balado, bawang, dan daun jeruk. Proses pembuatannya relatif mudah dan tidak memerlukan bahan atau alat khusus. Keripik bonggol pisang juga memiliki keunggulan yang lain yaitu harganya terjangkau oleh masyarakat dan aman dikonsumsi.
Kota Pati salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar terhadap tanaman pisang. Akan tetapi, pemanfaatannya masih belum optimal. Maka dari itu, kami berusaha membuat keripik bonggol pisang berbagai  rasa karena di pasaran masih belum ada. Aneka rasa keripik bonggol pisang menambah minat konsumen, hal ini merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi kami.
B. Perumusan masalah
Peluang usaha makanan  keripik bonggol pisang dengan inovasi ini dapat meningkatkan minat  masyarakat terhadap makanan tersebut. Permasalahan yang ingin kami pecahkan adalah :
1.      Bagaimana proses pembuatan keripik bonggol pisang dengan inovasi baru?
2.      Bagaimana strategi pemasaran yang kami lakukan?
3.      Bagaimana kelayakan financial dari usaha keripik bonggol pisang?
4.      Bagaimana pengembangan usaha keripik bonggol pisang?
C. Tujuan Program
Tujuan dari menciptakan inovasi  yang berasal dari bonggol pisang berupa keripik bonggol pisang yaitu :

1.        Memberikan informasi kepada konsumen mengenai manfaat bonggol pisang  sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
2.        Menghasilkan keripik bonggol pisang dengan cita rasa menarik
3.        Mendesain keripik bonggol pisang berdasarkan desain produk yang kami pilih dan sesuai minat konsumen.
4.        Memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap makanan ringan yang alami dan  bergizi.
5.         Memperoleh laba dalam rangka meningkatkan kesejahteraan, khususnya untuk diri sendiri/keluaraga dan masyarakat sekitar tempat pembuatan produk kami.

D.  Kegunaan Program
1.             Untuk diri sendiri
Program ini akan melatih dan meningkatkan keterampilan, kemampuan kami dalam berwirausaha untuk mendapat keuntungan. meningkatkan peran dan kepedulian kami  terhadap bonggol pisang yang belum  banyak diamanfaatkan (merupakan bahan baku yang murah )  untuk diolah sehingga memiliki nilai jual.

2. Untuk Masyarakat ( konsumen )
a)         Meningkatkan kreativitas berwirausaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian.
b)         Dapat mengurangi tingkat pengangguran.
c)         Menciptakan peluang usaha baru dengan mengolah bonggol pisang menjadi keripik
BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Jawa Tengah  salah satunya adalah kota Pati memiliki potensi besar berupa tanaman pisang. Bagian bonggol pisang  ini belum  begitu dikenal manfaatnya. Kami berinovasi membuat keripik bonggol pisang dengan bervariasi rasa dan ukuran. Respon dari mayarakatpun terbilang lumayan karena sangat diminati oleh masyarakat. Selain rasanya enak,bergizi, harganya yang relatif murah, sehingga mudah terjangkau oleh golongan ekonomi menengah keatas dan kebawah.
Melihat minat masyarakat tersebut kami mengembangkan keripik bongol pisang yang semula bercita rasa  bawang saja, kemudian berkembang menjadi tiga macam rasa yaitu : rasa bawang, rasa balado, rasa daun jeruk. Pembuatan keripik bonggol pisang terbilang cukup sederhana hanya saja perlu dilakukan inovasi terhadap rasa, bentuk, kemasan untuk dapat memenuhi kepuasan konsumen. Mengenai harga keripik bonggol pisang ada tiga versi yaitu : berat 50 gram dengan harga Rp. 2.500,00 versi yang kedua dengan berat 100 gram harga Rp.4.000,00 ukuran 150 gram kemasan toples Rp. 9.000,00. Untuk membedakan agar konsumen tidak salah untuk menentukan pilihannya maka kami membedakn dengan warna kemasan yang berbeda :
1.             Warna kuning untuk keripik bonggol pisang dengan rasa bawang.
2.             Warna merah untuk keripik bonggol pisang dengan rasa balado.
3.             Warna hijau untuk keripik bongo pisang dengan rasa daun jeruk.


BAB III
PROSES PRODUKSI

A. Persiapan Bahan
1.   Bahan pokok yaitu bonggol pisang .yang  dapat digunakan di rantaranya : bonggol pisang raja, pisang kapok, pisang klutuk.
2.   Bahan pembantu : tepung beras, tepung kanji, perenyah kue ( baking powder ), santan, telur, minyak goreng dan aneka bumbu.

B. Persiapan bahan pembantu pembuatan keripik bonggol pisang diantara :
No.
Nama Bahan
Ukuran
1.
Bahan utama

Bonggol Pisang
8 kg
2.
Bahan pembantu




Tepung Beras
Tepung Kanji
Perenyah Kue ( baking powder )
Baking soda
Santan ( 1 butir kelapa )
Telur
Minyak goring
1 ½ kg
1 ½  kg
4 ons
4 ons
800 ml
½  kg
4 lt
3.
Aneka  Bumbu
Bawang putih
Kemiri
Ketumbar
Kencur
Kunyit
Garam + gula
1 kg
1 ons
-
-
-
-
4.
Perasa

Bawang putih
Cabai
Daun jeruk
Jeruk sambal
-
2 ons
-
-



C. Proses Pembuatan
a)   Pengambilan bonggol pisang dari pohon yang sudah dipotong.
b)    Pengupasan kemudian diambil bagian bonggol pisang yang berwarna putih.
c)    Setelah diambil bonggol pisang yang putih lalu dicuci sampai bersih.
d)  Pengirisan sesuai dengan selera yang kita inginkan.
e)   Perendaman dilakukan selama 1 hari dengan air yang telah dicampur  garam dan baking soda.
f)    Ditiriskan sampai kadar airnya turun.
g)   Pembuatan bumbu ditambah dengan bahan – bahan yang kita pergunakan.
h)   Bonggol pisang siap untuk digoreng setengah matang.
i)     Didiamkan selama 1 malam.
j)     Bonggol pisang siap digoreng yang kedua kalinya.
k)    Pengemasan keripik bonggol pisang menjadi dua versi.
l)      Pelabelan keripik bonggol pisang.
m)  Keripik bonggol pisang siap untuk dipasarkan.

BAB IV
ANALISIS FINANSIAL

A.           Biaya Produksi
1.   Bahan
No.
Nama Bahan
Ukuran
Harga ( Rp )
1.
Bahan utama
Bonggol Pisang
8  kg
8.000
2.
Bahan pembantu




Tepung Beras
Tepung Kanji
Perenyah Kue ( baking powder )
Baking soda
Santan  ( 2 butir kelapa )
Telur
Minyak goreng
1 ½ kg 
1 ½ kg
4 ons
4 ons
800 ml
½  kg
4 lt
13.000
10.600
4.800
4.800
10.000
7.600
48.000
3.
Aneka  Bumbu
Bawang putih
Kemiri
Ketumbar
Kencur
Kunyit
Garam + gula
1  kg
1 ons
-
-
-
-
17.000
3.000
3.000
3.000
3.000
3.000
4.
Perasa

Bawang putih
Cabai
Daun jeruk
Jeruk sambal
-
2 ons
-
-
2.000
2.400
4.000
2.000
J U M L A H
149.200




2.    Biaya peralatan dan perlengkapan
a.             Gas                          Rp. 13.500,00
b.             Plastik kemasan      Rp.   3.500,00
c.             Label                                   Rp.   2.000,00
                   Jumlah                                                                                        Rp. 19.000,00
3.    Biaya lain – lain
a.    Biaya tenaga kerja       Rp. 90.000,00
b.    Biaya pemasaran         Rp. 20.000,00
c.    Biaya trasportasi          Rp. 20.000,00

Jumlah                                                                                        Rp. 130.000,00
TOTAL BIAYA                                                                         Rp. 298.200,00
( Keripik Bonggol Pisang 8  kg )

B.           Analisis Laba/Rugi
Biaya produksi 8 kg keripik bonggol pisang : Rp. 298.200,00
Laba yang diharapkan  20 %                           : Rp    59.640,00
Harga jual                                                        : Rp. 357.840,00

Penjualan :
Ø  Kemasan 50 gr ( 4 kg = 80 bungkus )
Biaya produksi = ¼ kg x  Rp 298.200,00 : 20     = Rp  1.900,00
Laba 20%                                                             =  Rp.   760,00
Harga jual                                                                        = Rp. 2.280,00
pembulatan                                                          = Rp. 2.500,00
§  Penjualan : 80 x Rp 2.500,00                   = Rp 200.000,00
Ø  Kemasan 100 gr ( 4 kg = 20 bungkus )
Biaya produksi = ½ x  Rp 298.200,00 : 40          = Rp  3800,00
Laba 20%                                                             =  Rp.   760,00
Harga jual                                                                        = Rp. 4.560,00
Pembulatan                                                          = Rp. 4.500,00
Ø  Penjualan : 20 x Rp 4.500,00                                           = Rp 90.000,00
 Kemasan 150 gr ( 2kg = 13 bungkus )
Biaya produksi = ¼  x  Rp 298.200,00 : 13         = Rp  5.800,00
Toples                                                                  = Rp. 1.700,00
                                                                             =Rp.  7.500,00
Laba 20%                                                             = Rp  1.500,00
Harga jual                                                                        = Rp. 9.000,00
Pembulatan                                                          = Rp. 9.000,00
§  Penjualan : 13 x Rp Rp.9000,00              = Rp 117.000,00



§  TOTAL PENJUALAN                           = Rp 380.000,00
§  BIAYA PRODUKSI                              = Rp 298.200,00
§  LABA /  produksi                                    = Rp   81.800,00
Produksi 1x adalah 3 hari, jadi dalam 1 bulan bisa 10x produksi.
Keuntungan 1 bulan : 10 x Rp. 81.800,00 = Rp. 818.000,00.

BAB V
PENGEMBANGAN PRODUKSI

1. Meningkatkan kapasitas produksi. Jika permintaan konsumen meningkat, kita bisa menambah jumlah produksi yang tentunya meningkatkan penjualan dan keuntungan.
2. Diversifikasi ialah penganeka ragaman produk. Yaitu dengan membuat makanan yang lain dari bahan baku yang sama. Dalam usaha kami ini kami ingin membuat bonggol pisang menjadi kerupuk. Keinginan mengadakan perluasan usaha menjadi pendorong utama. Kegiatan menjadi serba besar, kemungkinan mendapatkan keuntungan juga akan lebih besar, karena diproduksikan sejumlah besar barang yang dibutuhkan konsumen atau paling tidak pendapatan stabil, Sebab kerugian menjual barang yang satu dapat ditutup dengan keuntungan menjual barang yang lain.
3. Integrasi vertikal adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi suatu perusahaan yang aktivitasnya berhubungan secara vertikal. Hubungan vertikal meliputi pengadaan bahan baku dan sumber daya lain, proses produksi, hingga pemasaran ke konsumen pengguna barang atau jasa.
Dalam usaha kami ini kami ingin memperluas usaha dengan membuat makanan dari pisang dengan membeli bahan baku dari petani pisang secara langsung sehingga  kita bisa mengambil bonggolnya juga. Jadi kita usaha kita terjamin bahan bakunya dan tanpa mengeluarkan tambahan biaya.
4.    Memperluas daerah produksi dan pemasaran. Yaitu dengan membuka cabang atau mengembangkan ke daerah yang lain. Sehingga usaha kita semakin besar dan berkembang. Keuntungan juga akan bertambah.


BAB VI
METODE PEMASARAN
A.    Promosi
Sebagai langkah awal dari sebuah produk baru kami melakukan pembagian gratis produk keripik bonggol pisang berbagai rasa kepada para pelajar, guru dan masyarakat, dengan harapan mereka tertarik pada produk kami yaitu keripik bonggol pisang berbagai  rasa.
Selanjutnya produk ini kami beri nama “ Keripik Bonggol Pisang Muhipa “, dengan  dua variasi ukuran kemasan yaitu ukuran 50 gram dan  100 gram dan 150 gram..
B. Srategi Pemasaran
Dalam memasarkan keripik bonggol pisang ada beberapa macam alternative yang bisa digunakan dalam meperkenalkan produk yaitu  secara langsung kepada masyarakat dengan cara door to door, dan secara tidak langsung/konsinyasi.

BAB VII
KENDALA DAN SOLUSI

A.    Kendala
Masalah dalam proses pemasaran produk pada awalnya kami merasa kesulitan karena masyarakat merasa belum familiar dengan produk keripik bonggol pisang berbagai rasa  tetapi setelah melakukan promosi dan pemberian sampel produk untuk di cicipi, peluang pasar semakin terbuka dan konsumen merasa senang dan ingin menikmati keripik bonggol pisang aneka rasa dan menjadikan makanan ringan yang diminati.
Banyaknya tanaman pisang di daerah Pati terutama di daerah pegunungan  merupakan salah satu potensi dalam pengembangan keripik bonggol pisang aneka rasa, selain itu keripik bonggol pisang aneka rasa ini masih belum ada di pasaran menyebabkan potensi usaha pembuatan keripik bonggol pisang aneka rasa ini sangat menjanjikan, selain itu cara pembuatan yang mudah dan sederhana menjadikan usaha keripik bonggol pisang aneka rasa ini di masa mendatang akan sangat di minati oleh masyarakat luas.
Produk keripik bonggol pisang aneka rasa ini jika telah di kelola dengan baik dan profesional mempunyai potensi tidak hanya di kembangkan di kota Pati  saja namun juga bisa di kembangkan di daerah lain yang mempunyai pohon pisang yang sangat banyak, selain itu produk ini di harapkan mampu di pasarkan di pasar modern dan memasuki toko-toko ,bahkan dapat dipasarkan ditoko besar ( Swalayan ) dan tidak menutup kemungkinan untuk dipasarkan ke luar wilayah jika bahan baku tersedia dengan cukup serta mempuyai tenaga ahli terampil, profesional dan tangguh.

B.     Solusi
Solusi yang paling tepat untuk mengatasi  berbagai permasalahan dalam pembuatan keripik bonggol pisang  aneka rasa adalah dalam pemilihan bonggol pisang kita memilih pohon pisang yang sudah tua hal ini di karenakan kadar airnya lebih sedikit di bandingkan dengan pohon pisang yang masih muda sehingga memudahkan dalam pengorengan bonggol pisang, pelaksanaan pemasaran produk harus di lakukan lebih gencar dengan berbagai media promosi agar masyarakat tahu bahwa ada sebuah produk keripik bonggol pisang aneka rasa yang dapat di jadikan alternatif usaha baru dari hasil tanaman pohon pisang .
 Strategi lain yang kami gunakan dalam pengembangan keripik bonggol pisang aneka rasa ini adalah menggunakan direct marketing  dan indirect serta melakukan analisis SWOT terhadap produk keripik bonggol pisang aneka rasa sehingga kita bisa lebih memahami keunggulan, kelemahan, ancaman dan peluang dalam pengembangan keripik bonggol pisang aneka rasa.
Usaha pengembangan produk keripik bonggol pisang aneka rasa akan bisa berkembang dengan lebih baik. Hal ini karena potensinya sangat besar karena sebagian besar masyarakat yang ada di Indonesia dan mempunyai pekarangan luas pasti terdapat tanaman pisang, antarapemilik pohon pisang, pengusaha, pemerintah dan wirausaha sebagai pengembang dalam pengolahan keripik bonggol pisang aneka rasa.Pengembangan produk bisa lebih cepat maju jika disosialisasi kepada masyarakat yang mempuyai tanaman pisang, serta  memanfaatkan jaringan pemasaran yang telah di miliki pengusaha dan adanya dukungan pemerintah.














BAB VIII
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Dari hasil pembuatan keripik bonggol pisang sebagai sumber pangan alternative yang dapat meningkatkan pengetahuan ketrampilan dan kesadaran masyarakat kota Pati. Potensi yang terdapat dalam tanaman pisang yang keberadaan bonggol pisang yang seringkali tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang begitu saja oleh masyarakat kota Pati, saat ini telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang diolah menjadi berbagai hidangan yang mengandung karbohidrat dan serat yang cukup tinggi serta bisa memperlancar pencernaan bagi manusia. Bonggol pisang tidak lagi menjadi bahan pangan yang memiliki nilai ekonomis dan dapat diterima oleh masyarakat kota Pati. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya melalui bisnis peluang usaha keripik bonggol pisang.
B. Saran
Harapan kami menciptakan peluang usaha keripik bonggol pisang bisa membangkitkan wirausaha yang belum mengenal manfaat bonggol untuk diolah menjadi suatu bahan pangan yang dapat dikonsumsi masyarakat sehari- hari yaitu keripik bonggol pisang aneka rasa.






DAFTAR PUSTAKA

Mbida VM, Van Neer, Doutrelepont H, VrydaghMbida VM, Van Neer W, Doutrelepont H, Vrydaghs L.
(2000). Bukti untuk budidaya pisang dan perternakan selama millennium pertama SM di hutan Kamerun Selatan. Jurnal arkeologis L. (2000).
Minard, Anne ( March 11, 2011). Apakah itu pohon pisang di Air Anda.
Morton JF 2004, dalam Kumalasari 2005
Nasional Diperoleh 2011/03/05. Sundaram S, Anjum S, P Dwivedi, rai GK, Aktivitas antioksidan dan efek pelindungan dari kulit pisang terhadp hemolisis eritrosit manusia oksidaf pda berbagai tahap pematangan. Appl Biochem Biotechnol. 2011 Agustus; 164 (7) :1192-206
Penyimpanan pisang Diadakan di Tas Polyethylene dengan Ethylene penyerap.Tropical Agriculture
Scott, KJ dan Gandanegara, S (1974). Pengaruh Temperatur terhadap Kehidupan